Make ArchiCentrum.com your homepage!
bahasa / language :Indonesia | English
TELL TO FRIENDS
  Home
  About Us
  Links
  Contact Us
  Site Map
 



admin

SUPPORT ONLINE
1
Support
2
Marketing02
3
Marketing01

advertisement
MoviEx Modular System
Reach Your Target
To be known
Tell Us
Daftar Jadi Member
Home article detail_article
Menyimpan karbon dioksida di dalam tanah
 
Saat ini masalah 'global warming' semakin meresahkan bagi warga bumi. Tetapi kita juga tidak menutup mata bahwa masih banyak orang yang bahkan tidak 'ngeh' / 'aware' apa sih global warming? apa sih green issue?.

Pemanasan global ini disebabkan oleh terhambatnya karbon dioksida yang kita hasilkan setiap harinya dari segala macam aktifitas kita untuk keluar dari atmosfer bumi kita. Sehingga ia akan berada di lapisan atmosfer & menutupinya. Mirip dengan kalau kita memakai jas tebal berlapis-lapis, nah anda akan kepanasan kan.....

Jerman akan menjadi negara pertama di Eropa yang mencoba teknologi untuk menyimpan karbon dioksida di dalam tanah. Ini merupakan salah satu cara menekan emisi gas rumah kaca ke atmosfer untuk mengatasi pemanasan global.

Sebanyak 60.000 ton gas karbon dioksida akan disuntikkan ke bawah tanah pada kedalaman 600 meter. Pada kedalaman tersebut terdapat lapisan batuan berpori yang akan mengikat gas karbon dioksida.

Fasilitas yang disebut CO2SINK itu dibangun di Ketzin, dekat Berlin. target pertama percobaan kali ini baru menguji kemampuan batuan untuk menyimpan karbon dioksida selama dua tahun ke depan.

"Menyimpan karbon dioksida di dalam tanah akan memperlambat pemanasan global, sementara para ilmuwan memiliki waktu lebih banyak untuk mencari sumber energi alternatif," ujar Reinhard Huettl, Direktur Sains lembaga geofisika Jerman, GTZ.

Penyimpanan gas karbon dioksida di dalam tanah merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi emisinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah ilmuwan juga tengah mengembangkan teknologi alternatif untuk menekan laju kenaikan kadar karbon dioksida di atmosfer yang menjadi biang pemanasan global.

Saat ini juga (apabila info yang diterima tidak salah), malah di antara negara-negara maju barat muncul suatu perdagangan menukar karbondioksida di antara mereka. Jadi karbondioksida ini bisa dijual belikan, karena ada batasan kadar karbondioksida yang boleh dihasilkan oleh suatu negara sehingga apabila suatu negara memproduksi terlalu berlebihan CO2 ini, maka ia akan mendapat denda, dll. Oleh karena itu ia bisa saja membeli kuota CO2 yang tidak terpakai dari negara lain sehingga ia bebas dari sanksi.

Apabila nyata adanya hal ini, maka menurut anda bagaimana ? adil ? bagus ? atau.... sama saja dong tetap merusak bumi.
Post Comment | Comment (1)
Author : administrator
Date Upload : 26 Jul 2008
Comment for this Article
From : nisa  [ Wednesday, 06 August 2008 08:20 ]
di luar adil ganya kayaknya kredit karbon akan memotivasi negara/perusahaan/pabrik agar lebih hemat energi dan mencari solusi untuk "menambal" produksi CO2 berlebih itu, misalnya penanaman hutan, dll. Kalaupun ternyata produksi CO2-nya tetap berlebih, itu akan membantu negara/perusahaan/pabrik lain secara finansial. Dan biasanya perusahaan/pabrik yang memproduksi sedikit CO2 adalah perusahaan yang masih berkembang.
Dan yang lebih menggembirakan lagi, sistem kredit karbon ini juga mendorong didirikannya perusahaan2 penjual karbon. Perusahaan ini punya usaha seperti penanaman hutan, pengolahan sampah, dll. Pokoknya yang ikut mengurangi efek global warming lah. Nah, perusahaan2 besar yang over produksi CO2 ini nanti akan membeli karbon dari "perusahaan penjual karbon" tadi. Jadi dengan sendirinya dana untuk mengurangi efek global warming akan mengucur kan? Ada pendapat lain?
[ View All Comment ] | [ Post Article ]

 
Filter :
   
Title Author CONTENT Date
CAIXA FORUM MADRID editor Oleh : Wendy Djuhara Duo arsitek Jacques Herzog dan Pierre de Meuron... 14 February 2009
ARCHITECTURE MOVEMENT FOR REFORESTATION editor OLEH : HENDY LIM We thought the earth was ours. We were... 14 February 2009
Kenali Tanda Pengenal Plastik demi Kesehatan Kita editor Setiap hari kita tak bisa lepas dari plastik. Meskipun telah booming... 14 February 2009
Earth Hour 2009, Seruan untuk Menanggulangi Perubahan Iklim editor Di tahun 2007, 1,2 juta orang ambil bagian dalam Earth Hour... 27 January 2009
SINGAPORE BIENNALE 2008 & ARCHIFEST 2008 editor Oleh : Willis Kusuma Beberapa waktu yang lalu bertepatan dengan acara Singapore... 05 January 2009
MODERN DI KOTA TUA PORTO editor Portugal adalah negara yang mempunyai talian sejarah yang erat dengan Indonesia... 05 January 2009
Freitag Flagship Store, Toko dari Barang Bekas. editor Apa yang ada di benak Anda ketika melihat Freitag Flagship Store?... 05 January 2009
Arsitektur Indonesia Meretas Batas editor oleh: Danny Wicaksono Arsitek manapun di seluruh dunia pasti akan merasa... 05 January 2009
Konsep Rancangan Cerdas editor oleh Sukendro S.P. Arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) belakangan sedang marak menjadi wacana... 22 December 2008
Going Green is Good Business editor Oleh : M. Ridwan Kamil (dosen arsitektur ITB dan principal architect... 19 December 2008
Total Data :85 
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 Next End

Page 1 of 9
   
   
Searching

Member Login




No account yet? Create one
Forgotten your password?

Polling
Kita mendesain, perlu memperhatikan Green Issue ?

 


Recommended Links
Architecture of Arab
Web about architecture in Arab ...
Society of Architecture historians
Society of Architecture historians ...
Universitas Kristen Duta Wacana
Universitas Kristen Duta Wacana ...
ACE Security Glass
ACE Security Laminate Glass ...
SInar Mas Sakti - KITZ Valve Authorize Distributor
KITZ Valve Authorize Distributor ...

advertisement
Movindo
Place Your promotion
Place your Idea Here
Daftar Jadi Member
[back to top]